Sejarah Dan Pengertian Virus Rubella

                   Sindrom Rubella Kongenital - Universitas Airlangga Official Website

Rubella (campak Jerman) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Rubella. Infeksi virus Rubella ini menyerang bagian kulit dan kelenjar getah bening. Oleh karena itu, gejala yang paling sering terlihat adalah ruam. Umumnya, penyakit ini menyerang anak-anak. Pada anak, biasanya rubella hanya menimbulkan gejala ringan yang tidak mengganggu aktivitas harian. Namun, infeksi rubella pada ibu hamil lebih berbahaya, karena dapat menimbulkan kecacatan pada janin yang dikandung. Wanita hamil dengan usia kehamilan belum 5 bulan harus lebih mewaspadai penyakit ini. Pasalnya, penyakit ini berpotensi untuk menimbulkan sindrom rubella kongenital yang bisa berdampak pada bayi setelah kelahiran. 


Awal mula dari Virus Rubella di tahun 1814 yang ditemukan oleh George Maton awal dari George Maton menemukan virus ini yaitu dia baru menyadari bahwa penyakit ringan yang ditandai dengan ruam, adenopati, dan tanpa demam adalah suatu entitas yang berbeda. Lalu Pada Tahun 1866 seorang pria menamai penyakit tersebut sebagai rubella, pria tersebut bernama Henry Veale. Penyakit ini terus berkembang hingga pada Tahun 1942, seorang pria yang bernama Norman Gregg yang menyadari bahwa penyakit ini bisa sampai cacat lahir yang serius bisa dikatakan awal mula Norman Gregg menemukan hal yaitu pada ibu nya yang sedang mendapatkan penyakit ini. Lanjut pada Tahun berikutnya yaitu tahun 1962 penyakit ini ditemukan lagi oleh kelompok independen bernama Parkman, Buescher, Artenstein, dan Neva dan Weller bisa dikatakan bahwa virus rubella diisolasi dalam kultur jaringan. Penyakit ini berlanjut terus sampai pada Tahun 1964 para peneliti mulai mengunakan peralatan baru dari laboratorium virus mereka meneliti Virus Rubella ini para peneliti mengatakan bahwa virus rubella berkonsentrasi pada dampak epidemi yang parah dan telah memengaruhi sekitar 1% Kehamilan. Virus ini berlanjut dan bisa dikatakan bahwa infeksi rubella kongenital (CRI) termasuk dalam purpura trombositopenik neonatal, hepatitis, lesi tulang, dan meningoensefalitis serta gejala sisa yang muncul lambat seperti diabetes melitus dan panensefalitis rubella progresif ditambah dengan katarak, penyakit jantung, keterbelakangan mental, dan ketulian. Pada akhirnya virus rubella dilemahkan pada tahun 1969 telah mencegah epidemi rubella. Namun Kantong penyakitnya masih ada, bahkan ada di Amerika Serikat. Bisa dikatakan bahwa penyakit Rubella ini belum dapat dihilangkan secara medis para peneliti mengatakan bahwa mereka masih mencari cara untuk menghilangkan penyakit ini.



                  TRIBUNNEWSWIKI - Mengenal Gejala dan Pengobatan Penyakit Rubella -  TribunNews.com





Comments